Aku Lili, sejak kecil aku sangat menyukai laut, karena menurutku saat aku pergi ke laut aku merasa tenang. Hembusan angin laut menerpa rambutku. Deburan ombak yang sangat indah membuatku terpukau dan tak akan bosan ku mengunjunginya.
Suatu hari, saat aku pergi ke laut bersama ayahku, sayup-sayup aku mendengar rintihan laut, bak meminta tolong kepadaku atas kerusakan manusia. Hatiku renyuh dan tergerak untuk melakukan sesuatu.
Saat di laut aku melihat banyak sampah plastik sehingga menjadi kotor. Aku juga melihat para pengunjung yang tidak memperhatikan kebersihan laut, aku melihat bapak-bapak membuang sampah ke laut, sontak aku menegurnya “Pak maaf, bapak tidak boleh membuang sampah ke laut!” ucapku. “Aduh, tahu apa kamu ini, sudahlah banyak juga yang buang sampah ke laut kok!” jawab bapak itu yang menghiraukan ucapanku dan tetap membuang sampah ke laut.
Segera aku ambil sampah-sampah yang ada di laut dan mengumpulkannya pada kantung sampah, lalu membuangnya ke tempat sampah. Saat aku mengambil sampah-sampah, aku bertemu dengan anak seusiaku, ia membantuku mengambil sampah-sampah yang berserakan. Akhirnya kami berkenalan dan berteman baik.
Teman baruku bernama Moana, ia memiliki banyak kesamaan denganku salah satunya menyukai laut. Moana turut prihatin dengan kondisi laut yang sekarang sudah tercemar. Akhirnya kami mengadakan acara gotong royong mengajak warga-warga sekitar untuk membersihkan laut dari sampah plastik.