Siapa
si yang tak tau dengan Covid-19
atau Virus
Corona. Virus
yang hampir satu tahun lamanya melanda Indonesia. Benarkah demikian?. Covid-19 atau virus
corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa
hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah
( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang
diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis
baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.
Sejak
virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya diperbincangkan oleh
beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau
masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar
rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi
mengimbau agar kegiatan seperti belajar, bekerja dan beribadah sebaiknya dilakukan di rumah.
Covid-19
memiliki pengaruh besar pada masyarakat entah itu dari
segi perekonomian maupun pendidikan. Jika dilihat dari segi perekonomian pasti
sangat menurun apalagi mereka yang menyambung hidup dengan berjualan atau berdagang dan pebisnis. Seperti Bapak Taufik yang setiap harinya masih
berjualan dari pagi sampai sore demi mencukupi kebutuhan keluarga. “ Di masa
pandemi ini saya tetap berjualan, tetapi sangat minim untuk kebutuhan
sehari-hari” katanya. Ia tidak merasa khawatir dengan virus corona yang selalu
meresahkan semua orang karena ia sudah mematuhi protokol kesehatan dan ia
berpikir sudah kewajiban seorang ayah mencari nafkah untuk keluarga. “Insyaallah akan baik-baik saja” sambungnya. Ada juga pebisnis
online seperti Kak
Liana dimana saat pandemi seperti ini bisnisnya tetap berjalan namun ada saja keluhan yang dirasakan. “Pandemi ini sangat berpengaruh, yang
biasanya kita meeting di luar
dan bertemu, sekarang harus dilakukan secara virtual. Dari segi penjualan pun
menurun, seperti daya jual, customer yang mulai berkurang, kebutuhan pribadi
saya seperti skincare dan make up sekarang beralih ke kebutuhan pokok.”
Katanya.
Pandemi
ini juga berpengaruh pada sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang
biasanya dilakukan dengan tatap muka di sekolah, kini harus melalui sistem daring (dalam jaringan)
atau online. Guru maupun siswa secara
mandiri harus aktif mengikuti informasi terkini mengenai
media apa yang dibutuhkan ketika pembelajaran daring. Tentu pembelajaran daring
ini mempunyai pengaruh atau dampak
negatif maupun
positif. “ Dampak negatif
yang dirasakan ketika pembelajaran daring ini yaitu melihat keadaan yang
siswanya tidak bertemu dengan guru sehingga banyak hal yang kurang
tersampaikan, khususnya pada saat mendidik. Transfer ilmu kepada peserta didik
menjadi kurang maksimal sehingga tidak tercapai
dengan baik pembelajaran online ini” pandangan Bapak Sarifudin sebagai guru SMP. Adapun
pandangan dari Siswa mengenai pembelajaran online ini seperti yang dikatakan
oleh Kiki, Siswi SMA. “ Pembelajaran online ini sangat berdampak menurut saya,
dampak negatifnya yaitu ilmu yang disampaikan oleh guru tidak masuk ke otak atau tidak mudah diserap, hanya sebagian
saja, lalu banyak menyia-nyiakan waktu, menunda
saat mengerjakan tugas dan banyak tugas membuat stress. Dampak positifnya yaitu kita tambah
dekat dengan yang Kuasa, lebih punya banyak waktu dengan keluarga dan lebih tau
aplikasi pembelajaran online.” Katanya. Dibalik dampak negatif yang jika kita
ketahui itu banyak, terdapat pula dampak positif dari pembelajaran daring untuk
kedua pihak, baik guru
maupun siswanya. Menurut para guru,metode pembelajaran
daring hadir untuk mengubah gaya mengajar konvensional yang nantinya dapat
meningkatkan profesionalitas kerja dan memberi peluang bagi pengajar untuk
menilai dan mengevaluasi perkembangan pembelajaran setiap siswanya secara lebih
efesien karena dapat berinteraksi langsung dan terdapat rekam jejaknya.
Sedangkan bagi siswa, pembelajaran
daring menjadi salah satu metode alternatif belajar yang tidak mengharuskan
mereka untuk hadir di kelas. Selain itu, pembelajaran ini akan membentuk jiwa
kemandirian belajar. Pembelajaran daring ini membutuhkan kerjasama antara guru
dengan siswanya, agar saling menguntungkan satu sama lain. “Untuk para
pelajar/siswa semoga dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dam
mempersiapkan belajar dirumah dengan baik, dan bagi para orangtua pun harus
ikut andil dalam kegiatan ini seperti memerhatikan anak-anaknya yang terpaksa
belajar melalui online.” Pesan Sarifudin selaku Guru.
Untuk
saat ini, yang paling utama yaitu banyak berdoa agar pandemi/covid-19 ini
segera berakhir, ekonomi mulai pulih, pendidikan bisa dilakukan tatap muka
seperti sebelumnya dan agar pandemi ini segera berakhir. Kerja sama atau peran antara masyarakat dengan
pemerintah sangat penting. Untuk
masyarakat cukup dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Sementara pemerintah memikirkan persoalan
ekonomi, pendidikan dan
sebagainya yang timbul sebagai dampak pandemi, serta mencarikan
vaksin corona. Dengan keterlibatan semua pihak, harapannya semoga wabah ini
bisa teratasi dan segera berakhir. Percayalah dibalik ini semua pasti ada
hikmahnya.