Sabtu, 12 Desember 2020

KATA MEREKA TENTANG PANDEMI

Siapa si yang tak tau dengan Covid-19 atau Virus Corona. Virus yang hampir satu tahun lamanya melanda Indonesia. Benarkah demikian?. Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya diperbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti belajar, bekerja dan beribadah sebaiknya dilakukan di rumah.

Covid-19 memiliki pengaruh besar pada masyarakat entah itu dari segi perekonomian maupun pendidikan. Jika dilihat dari segi perekonomian pasti sangat menurun apalagi mereka yang menyambung hidup dengan berjualan atau berdagang dan pebisnis.  Seperti Bapak Taufik yang setiap harinya masih berjualan dari pagi sampai sore demi mencukupi kebutuhan keluarga. “ Di masa pandemi ini saya tetap berjualan, tetapi sangat minim untuk kebutuhan sehari-hari” katanya. Ia tidak merasa khawatir dengan virus corona yang selalu meresahkan semua orang karena ia sudah mematuhi protokol kesehatan dan ia berpikir sudah kewajiban seorang ayah mencari nafkah untuk keluarga. “Insyaallah akan baik-baik saja” sambungnya. Ada juga pebisnis online seperti Kak Liana dimana saat pandemi seperti ini bisnisnya tetap berjalan namun ada saja keluhan yang dirasakan. “Pandemi ini sangat berpengaruh, yang biasanya kita meeting di luar dan bertemu, sekarang harus dilakukan secara virtual. Dari segi penjualan pun menurun, seperti daya jual, customer yang mulai berkurang, kebutuhan pribadi saya seperti skincare dan make up sekarang beralih ke kebutuhan pokok.” Katanya.

Pandemi ini juga berpengaruh pada sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di sekolah, kini harus melalui sistem daring (dalam jaringan) atau online. Guru maupun siswa secara mandiri harus aktif mengikuti informasi  terkini mengenai media apa yang dibutuhkan ketika pembelajaran daring. Tentu pembelajaran daring ini mempunyai pengaruh atau dampak negatif maupun positif. “ Dampak negatif yang dirasakan ketika pembelajaran daring ini yaitu melihat keadaan yang siswanya tidak bertemu dengan guru sehingga banyak hal yang kurang tersampaikan, khususnya pada saat mendidik. Transfer ilmu kepada peserta didik menjadi kurang maksimal  sehingga tidak tercapai dengan baik pembelajaran online ini” pandangan Bapak Sarifudin sebagai guru SMP. Adapun pandangan dari Siswa mengenai pembelajaran online ini seperti yang dikatakan oleh Kiki, Siswi SMA. “ Pembelajaran online ini sangat berdampak menurut saya, dampak negatifnya yaitu ilmu yang disampaikan oleh guru tidak masuk ke otak atau tidak mudah diserap, hanya sebagian saja, lalu banyak menyia-nyiakan waktu, menunda saat mengerjakan tugas dan banyak tugas membuat stress. Dampak positifnya yaitu kita tambah dekat dengan yang Kuasa, lebih punya banyak waktu dengan keluarga dan lebih tau aplikasi pembelajaran online.” Katanya. Dibalik dampak negatif yang jika kita ketahui itu banyak, terdapat pula dampak positif dari pembelajaran daring untuk kedua pihak, baik guru maupun siswanya. Menurut para guru,metode pembelajaran daring hadir untuk mengubah gaya mengajar konvensional yang nantinya dapat meningkatkan profesionalitas kerja dan memberi peluang bagi pengajar untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan pembelajaran setiap siswanya secara lebih efesien karena dapat berinteraksi langsung dan terdapat rekam jejaknya. Sedangkan bagi siswa, pembelajaran daring menjadi salah satu metode alternatif belajar yang tidak mengharuskan mereka untuk hadir di kelas. Selain itu, pembelajaran ini akan membentuk jiwa kemandirian belajar. Pembelajaran daring ini membutuhkan kerjasama antara guru dengan siswanya, agar saling menguntungkan satu sama lain. “Untuk para pelajar/siswa semoga dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dam mempersiapkan belajar dirumah dengan baik, dan bagi para orangtua pun harus ikut andil dalam kegiatan ini seperti memerhatikan anak-anaknya yang terpaksa belajar melalui online.” Pesan Sarifudin selaku Guru.

Untuk saat ini, yang paling utama yaitu banyak berdoa agar pandemi/covid-19 ini segera berakhir, ekonomi mulai pulih, pendidikan bisa dilakukan tatap muka seperti sebelumnya dan agar pandemi ini segera berakhir. Kerja sama atau peran antara masyarakat dengan pemerintah sangat penting. Untuk masyarakat cukup dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Sementara pemerintah memikirkan persoalan ekonomi, pendidikan dan sebagainya yang timbul sebagai dampak pandemi, serta mencarikan vaksin corona. Dengan keterlibatan semua pihak, harapannya semoga wabah ini bisa teratasi dan segera berakhir. Percayalah dibalik ini semua pasti ada hikmahnya.

Rintihan Laut

Aku Lili, sejak kecil aku sangat menyukai laut, karena menurutku saat aku pergi ke laut aku merasa tenang. Hembusan angin laut menerpa rambu...