Sabtu, 06 Juni 2020

TAJUK RENCANA ( Derita Mahasiswa saat Pandemi Covid-19 )

DERITA MAHASISWA SAAT PANDEMI COVID-19

Siapa si yang tak tau dengan Corona Virus/ Covid-19? Hampir semua orang bahkan seluruh dunia pasti tau dengan virus yang sedang ramai-ramainya dibicarakan ini. Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya di perbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti bekerja, beribadah dan belajar baiknya dilakukan di rumah.

Salah satu yang menjadi dampak dari pandemi covid-19 ini adalah pembelajaran yang dilakukan secara online ( daring ) / belajar dirumah. Banyak yang mengeluh dengan sistem pembelajaran ini lebih-lebih para mahasiswa.  Dengan sistem pembelajaran daring ini menurut mereka tidak efektif karena banyak / hampir semua dosen memberi materi namun tidak menjelaskannya, mereka hanya memberi tugas setiap pertemuan bahkan ada yang dari awal pertemuan sampai akhir tidak pernah menjelaskan materi. Tentu ini sangat berpengaruh terhadap mahasiswa, dengan seperti itu mereka tidak akan paham dengan materi yang sudah diberi karena dosen tidak menjelaskan. Lalu kendala dengan kuota / sinyal, tidak semua mahasiswa bisa lancar saat mengikuti pembelajaran daring terkadang ada yang terkendala karena sinyal, paket kuota habis atau karena ada urusan dadakan. Yang pertama karena sinyal, jika tempat tinggal mereka di perkotaan sudah di pastikan sinyal lancar namun berbeda dengan mereka yang tinggal di pedesaan apalagi di dataran tinggi yang jarang ada tower. Yang kedua karena paket kuota habis, terkadang jika paket kuota habis, ada saja mereka yang tidak enak hati meminta uang pada orang tuanya untuk membeli paket kuota karena sedang kondisi seperti ini ada saja mereka yang keluarganya sedang menurun ekonominya. Yang ketiga karena urusan mendadak contohnya terkadang ada mereka yang sedang melakukan pembelajaran daring tiba-tiba disuruh oleh ibu atau keluarganya, terkadang juga ada yang ingin pergi namun bentrok dengan jadwal kuliah. Ketiga ini yang biasanya kendala dari pembelajaran daring.

Selain yang tadi, kendala yang lainnya adalah berasal dari dosen lagi yaitu terkadang ada dosen yang masuk bukan pada jam mata kuliah nya. Dan yang lebih menyebalkan lagi ketika sudah beberapa minggu menghilang, materi tidak jelas sampai mana dan sebelumnya juga tidak pernah dijelaskan materinya, tiba-tiba malam-malam ketika waktu istirahat, dosen tersebut malah memberi materi pada jam yang bukan jadwalnya. Tentu ini sangat merugikan bagi mahasiswa karena bagi mereka tindakan yang dosen lakukan itu seenaknya sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, kegiatan pembelajaran daring/ kuliah online yang dilakukan seperti sekarang ini materi yang diberikan dosen lebih susah untuk diserap karena kita hanya memahami lewat file yang dosen berikan tanpa penjelasan detail seperti halnya ketika kuliah tatap muka. Dan tidak semua dosen ahli / dapat menggunakan teknologi secara maksimal hal ini sering terjadi apalagi pada dosen yang berumur karena perlu waktu bagi mereka untuk mempelajari sistem pembelajaran daring ini. Kalau dosen yang mudah kebanykan sudah bisa menggunakan teknologi untuk pembelajaran daring ini. Namun pendapat tersebut tidak semua dosen yang berumur atau yang muda seperti itu, itu hanya kebanyakan dari dosen seperti itu.

 Solusi untuk menuntaskan derita para mahasiswa ini sepertinya tidak ada karena satu-satunya hanya dengan kuliah normal lagi/ pembelajaran di kelas sedangkan situasi dan kondisi sekarang ini tidak memungkinkan untuk mahasiswa bisa kuliah normal, karena jumlah penderita covid-19 pun bukan malah menurun malah tiap hari makin menambah. Bahkan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberitahu bahwa sekolah yang berada di Jawa Barat akan dibuka kembali/ aktivitas normal pada bulan Januari tahun 2021. Hal ini membuktikan bahwa di situasi Indonesia memang belum membaik dan belum bisa normal. Walaupun presiden Jokowi memberitahu akan diadakan nya sistem New Normal bukan berarti semuanya menjadi normal, tindakan ini beliau lakukan karena semakin menurunnya ekonomi masyarakat Indonesia karena wabah covid-19. Dan sistem new normal tidak seluruh provinsi / kota melakukannya , ada 102 wilayah di Indonesia yang melakukan sistem ini, tentunya dengan pertimbangan yang sangat matang dan ada krtieria yang menjadikan 102 wilayah ini terpilih salah satunya adalah sudah zona hijau positif covid-19 atau sudah aman. Jadi dengan di berlakukannya sistem new normal ini bukan berarti semuanya normal, sekolah-sekolah atau perguruan tinggi juga masih menggunakan pembelajaran daring. Harapan seluruh masyarakat dunia tentunya Indonesia, semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu, agar kita semua bisa beraktivitas/ hidup normal lagi seperti biasanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rintihan Laut

Aku Lili, sejak kecil aku sangat menyukai laut, karena menurutku saat aku pergi ke laut aku merasa tenang. Hembusan angin laut menerpa rambu...