Minggu, 21 Juni 2020

Mutu Pendidikan Ditengah Pandemi

Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya di perbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti bekerja, beribadah dan belajar baiknya dilakukan di rumah.

Seperti yang sudah bapak Jokowi himbau bahwa belajar dilakukan dirumah/secara online, hal ini menyebabkan mutu pendidikan di Indonesia jadi menurun karena adanya covid – 19. Sebelum adanya covid- 19 saja mutu pendidikan di Indonesia masih sangat tertinggal jka dibandingkan dengan mutu pendidikan di luar negri. Seperti yang sudah kita ketahui, pendidikan di Indonesia terkesan berantakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti pentingnya pendidikan. Padahal jika dilihat lebih jauh, pendidikan merupakan salah satu indeks pembangunan dan merupakan elemen pengukur maju atau tidaknya sebuah negara.

Semenjak diberlakukan pembelajaran secara online, sistem pembelajarannya jadi kurang efektif dan tidak mudah, di satu sisi kita harus disiplin belajar secara mandiri dan di sisi lain kita harus mempunyai fasilitas dan sumber daya yang harus di sediakan seperti laptop, handphone, kuota internet dan sinyal yang lancar. Terkadang tidak semua pelajar mempunyai itu semua dan untuk pelajar yang tidak mempunyai itu, bagi mereka adalah kendala yang sangat besar apalagi jika orang tua mereka tidak mampu memenuhinya. Itu salah satu contoh ketidakefektifan pembelajaran online/ mutu pendidikan  di masa pandemi ini.

 


Jumat, 19 Juni 2020

Sampah Yang Selalu Menjadi Pokok Permasalahan

 

Seperti gambar yang diatas, sepertinya sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai di negri ini. Contohnya di desa saya, masyarakat di desa saya mempunyai kebiasaan buruk yaitu membuang sampah di tepian sungai. Awalnya tumpukan sampah itu sedikit namun lambat laun makin bertambah dan terus bertambah bahkan sampai sekarang

Dengan adanya tumpukan sampah tersebut, membuat aliran sungai sedikit bermasalah karena tersumbat sampah. Air yang semula jernih kini menjadi keruh, aliran sungai yang semula lancar kini menjadi tidak lancar karena jalannya berbarengan dengan sampah.

Saya sangat sedih melihat keadaan yang seperti ini, seharusnya sampah masyarakat tidak dibuang di tepian sungai karena dapat mencemari lingkungan, menimbulkan penyakit seperti demam berdarah, sampah juga bisa meracuni air sungai yang dipakai sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari- hari dan yang lebih fatalnya dapat menyebabkan banjir. Harapan saya semoga masyarakat cepat memiliki kesadaran untuk tidak terus menerus membuang sampah ditepian sungai dan pihak-pihak yang terkait seperti perangkat desa bisa mengimbau masyarakatnya untuk menjaga lingkungan bukan mencemarinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Nabilatul maulisa, warga desa langgen

 

 


Sabtu, 06 Juni 2020

TAJUK RENCANA ( Derita Mahasiswa saat Pandemi Covid-19 )

DERITA MAHASISWA SAAT PANDEMI COVID-19

Siapa si yang tak tau dengan Corona Virus/ Covid-19? Hampir semua orang bahkan seluruh dunia pasti tau dengan virus yang sedang ramai-ramainya dibicarakan ini. Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya di perbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti bekerja, beribadah dan belajar baiknya dilakukan di rumah.

Salah satu yang menjadi dampak dari pandemi covid-19 ini adalah pembelajaran yang dilakukan secara online ( daring ) / belajar dirumah. Banyak yang mengeluh dengan sistem pembelajaran ini lebih-lebih para mahasiswa.  Dengan sistem pembelajaran daring ini menurut mereka tidak efektif karena banyak / hampir semua dosen memberi materi namun tidak menjelaskannya, mereka hanya memberi tugas setiap pertemuan bahkan ada yang dari awal pertemuan sampai akhir tidak pernah menjelaskan materi. Tentu ini sangat berpengaruh terhadap mahasiswa, dengan seperti itu mereka tidak akan paham dengan materi yang sudah diberi karena dosen tidak menjelaskan. Lalu kendala dengan kuota / sinyal, tidak semua mahasiswa bisa lancar saat mengikuti pembelajaran daring terkadang ada yang terkendala karena sinyal, paket kuota habis atau karena ada urusan dadakan. Yang pertama karena sinyal, jika tempat tinggal mereka di perkotaan sudah di pastikan sinyal lancar namun berbeda dengan mereka yang tinggal di pedesaan apalagi di dataran tinggi yang jarang ada tower. Yang kedua karena paket kuota habis, terkadang jika paket kuota habis, ada saja mereka yang tidak enak hati meminta uang pada orang tuanya untuk membeli paket kuota karena sedang kondisi seperti ini ada saja mereka yang keluarganya sedang menurun ekonominya. Yang ketiga karena urusan mendadak contohnya terkadang ada mereka yang sedang melakukan pembelajaran daring tiba-tiba disuruh oleh ibu atau keluarganya, terkadang juga ada yang ingin pergi namun bentrok dengan jadwal kuliah. Ketiga ini yang biasanya kendala dari pembelajaran daring.

Selain yang tadi, kendala yang lainnya adalah berasal dari dosen lagi yaitu terkadang ada dosen yang masuk bukan pada jam mata kuliah nya. Dan yang lebih menyebalkan lagi ketika sudah beberapa minggu menghilang, materi tidak jelas sampai mana dan sebelumnya juga tidak pernah dijelaskan materinya, tiba-tiba malam-malam ketika waktu istirahat, dosen tersebut malah memberi materi pada jam yang bukan jadwalnya. Tentu ini sangat merugikan bagi mahasiswa karena bagi mereka tindakan yang dosen lakukan itu seenaknya sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, kegiatan pembelajaran daring/ kuliah online yang dilakukan seperti sekarang ini materi yang diberikan dosen lebih susah untuk diserap karena kita hanya memahami lewat file yang dosen berikan tanpa penjelasan detail seperti halnya ketika kuliah tatap muka. Dan tidak semua dosen ahli / dapat menggunakan teknologi secara maksimal hal ini sering terjadi apalagi pada dosen yang berumur karena perlu waktu bagi mereka untuk mempelajari sistem pembelajaran daring ini. Kalau dosen yang mudah kebanykan sudah bisa menggunakan teknologi untuk pembelajaran daring ini. Namun pendapat tersebut tidak semua dosen yang berumur atau yang muda seperti itu, itu hanya kebanyakan dari dosen seperti itu.

 Solusi untuk menuntaskan derita para mahasiswa ini sepertinya tidak ada karena satu-satunya hanya dengan kuliah normal lagi/ pembelajaran di kelas sedangkan situasi dan kondisi sekarang ini tidak memungkinkan untuk mahasiswa bisa kuliah normal, karena jumlah penderita covid-19 pun bukan malah menurun malah tiap hari makin menambah. Bahkan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberitahu bahwa sekolah yang berada di Jawa Barat akan dibuka kembali/ aktivitas normal pada bulan Januari tahun 2021. Hal ini membuktikan bahwa di situasi Indonesia memang belum membaik dan belum bisa normal. Walaupun presiden Jokowi memberitahu akan diadakan nya sistem New Normal bukan berarti semuanya menjadi normal, tindakan ini beliau lakukan karena semakin menurunnya ekonomi masyarakat Indonesia karena wabah covid-19. Dan sistem new normal tidak seluruh provinsi / kota melakukannya , ada 102 wilayah di Indonesia yang melakukan sistem ini, tentunya dengan pertimbangan yang sangat matang dan ada krtieria yang menjadikan 102 wilayah ini terpilih salah satunya adalah sudah zona hijau positif covid-19 atau sudah aman. Jadi dengan di berlakukannya sistem new normal ini bukan berarti semuanya normal, sekolah-sekolah atau perguruan tinggi juga masih menggunakan pembelajaran daring. Harapan seluruh masyarakat dunia tentunya Indonesia, semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu, agar kita semua bisa beraktivitas/ hidup normal lagi seperti biasanya.


Selasa, 02 Juni 2020

puisi KAMU DAN KENANGAN

KAMU DAN KENANGAN

Apa kabar?

Hari ini bumi sedang tak baik-baik saja

Semoga tidak dengan dirimu

Jujur saja, aku rindu.

 

Aku masih senang,

Berlama- lama denganmu

Meski hanya bertemu,

Dalam ingatan saja

 

Terkadang masih belum percaya

Rasanya baru kemarin,

Kita duduk dan berbincang

Kepergianmu membawa separuh aku

 

Ada banyak kehilangan yang aku temui

Setelah kepergian dirimu

Tapi dari kehilanganmu,

Aku mendapat pelajaran

 

Terimakasih atas segala hal

Yang pernah kita lalui

Semoga bahagia selalu menyertaimu

Dimanapun itu.

 

 

 

 

Nabilamaulisa

 


Senin, 01 Juni 2020

Analisi Puisi KANGEN Karya WS Rendra dengan pendekatan Objektif


Puisi KANGEN Karya WS Rendra

Kau tak akan mengerti bagaimana
Kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah sembunyikan pisaunya

Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi

Itulah berarti,
Aku tungku tanpa api.
Pembahasan

1.      Tema : Kerinduan pada kekasih
2.      Rima
Rima atau persamaan bunyi pada puisi Kangen terdapat pada bait
“ Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta “ dan pada bait
 “ Kau tak akan mengerti segala lukaku karena cinta telah sembunyikan pisaunya”
3.      Diksi
Diksi atau pemilihan kata pada puisi Kangen ini sangat bagus, jelas dan mudah dipahami oleh pembaca karena menggunakan bahasa yang sederhana mudah dimengerti. Seperti dalam bait :
“ Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta “ .
4.      Citraan
Citraan atau imaji dalam puisi Kangen adalah imaji taktil (rasa), dimana pembaca diajak penulis untuk merasakan apa yang ia rasakan.
5.      Kata Konkret
Kata konkret atau kata yang mewakili sebuah makna wujud, makna fisik dan makna yang sesuai dengan konteks puisi yang terdapat dalam puisi Kangen terdapat pada kata “Racun” yang terdapat dalam bait :
“Engkau telah menjadi racun bagi darahku”
Kata kangen/ rindu dalam puisi Rendra ini diganti dengan kata Racun. Seperti yang kita ketahui racun adalah sesuatu zat  yang mematikan sebagaimana rindu jika sesorang merindu lalu tidak bisa melakukan apa-apa itu seperti ingin mati.
6.      Tipografi
Dalam puisi Kangen WS Rendra memberikan gambaran dan ungkapan yang berbeda, biasanya puisi ditulis 1 bait 4 baris, namun Rendra memberikan nuansa yang berbeda pada puisi kangen.

SURAT PEMBACA ( Penulisan Populer )


Kejadian yang Merugikan

Tepatnya bulan Juli 2019, ketika saya hendak pulang kampung menggunakan Bus. Saya berangkat dari terminal Harjamukti Cirebon. Saat itu saya berangkat siang pukul 11:00, saya menggunakan bus sahabat. Alasan saya berangkat siang karena saya tidak ingin menunggu terlalu lama di terminal. Bus sahabat jurusan Cirebon – Tegal biasanya berangkat pukul 13:00. Setelah sampai di terminal, saya langsung menuju loket pembelian tiket bus, saat itu terminal sedang tidak terlalu ramai. Lalu saya memutuskan untuk mencari warung makan disekitar terminal karena posisinya pada saat itu saya belum makan dan waktu pemberangkatan masih sedikit lama.

Setelah selesai makan, saya mencari letak bus yang akan saya tumpangi, lalu masuk dan mencari tempat duduk. Waktu menunjukan pukul 12:30 saya menyibukkan diri dengan bermain hp sembari menunggu keberangkatan bus. Ketika saya melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul 13:55, saya tidak sadar bus ternyata belum berangkat juga. Tidak ada informasi apa-apa mengenai penundaan itu, sopir dan knek pun taka da disitu. Saya dan penumpang lain mulai kesal, ingin complain tapi bingung dengan siapa jadi hanya bisa mengeluh dalam hati saja.  Pada pukul 14:10 akhirnya bus yang saya tumpangi berangkat juga. Sekali berangkat jalannya sangat lambat, membuat tambah kesal dan jenuh. Singkat cerita saya sampai di kota tujuan ( Tegal ) pada pukul 17:00, sore sekali menurut saya. Karena sebelumnya saya tidak pernah ketika pulang dari Cirebon menggunakan bus sahabat yang sangat lambat jalannya hingga memakan waktu yang lama.

Kejadian tersebut membuat saya sedikit trauma menggunakan bus sahabat, biasanya sih kalau tidak bus sahabat ya bus coyo, namun ketika pukul 13:00 bus coyo tidak ada waktu keberangkatan yang menuju Tegal. Saya berharap kejadian seperti itu krdepannya tidak akan terulang lagi, karena walaupun keliatannya sepele, bagi saya atau penumpang lain mungkin sangat merugikan.









Hormat saya,


Nabilatulmaulisa




Rintihan Laut

Aku Lili, sejak kecil aku sangat menyukai laut, karena menurutku saat aku pergi ke laut aku merasa tenang. Hembusan angin laut menerpa rambu...