Selasa, 22 Agustus 2023

Rintihan Laut

Aku Lili, sejak kecil aku sangat menyukai laut, karena menurutku saat aku pergi ke laut aku merasa tenang. Hembusan angin laut menerpa rambutku. Deburan ombak yang sangat indah membuatku terpukau dan tak akan bosan ku mengunjunginya.

Suatu hari, saat aku pergi ke laut bersama ayahku, sayup-sayup aku mendengar rintihan laut, bak meminta tolong kepadaku atas kerusakan manusia. Hatiku renyuh dan tergerak untuk melakukan sesuatu. 

Saat di laut aku melihat banyak sampah plastik sehingga menjadi kotor. Aku juga melihat para pengunjung yang tidak memperhatikan kebersihan laut, aku melihat bapak-bapak membuang sampah ke laut, sontak aku menegurnya “Pak maaf, bapak tidak boleh membuang sampah ke laut!” ucapku. “Aduh, tahu apa kamu ini, sudahlah banyak juga yang buang sampah ke laut kok!” jawab bapak itu yang menghiraukan ucapanku dan tetap membuang sampah ke laut. 

Segera aku ambil sampah-sampah yang ada di laut dan mengumpulkannya pada kantung sampah, lalu membuangnya ke tempat sampah. Saat aku mengambil sampah-sampah, aku bertemu dengan anak seusiaku, ia membantuku mengambil sampah-sampah yang berserakan. Akhirnya kami berkenalan dan berteman baik. 

Teman baruku bernama Moana, ia memiliki banyak kesamaan denganku salah satunya menyukai laut. Moana turut prihatin dengan kondisi laut yang sekarang sudah tercemar. Akhirnya kami mengadakan acara gotong royong mengajak warga-warga sekitar untuk membersihkan laut dari sampah plastik.

Sabtu, 12 Desember 2020

KATA MEREKA TENTANG PANDEMI

Siapa si yang tak tau dengan Covid-19 atau Virus Corona. Virus yang hampir satu tahun lamanya melanda Indonesia. Benarkah demikian?. Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya diperbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti belajar, bekerja dan beribadah sebaiknya dilakukan di rumah.

Covid-19 memiliki pengaruh besar pada masyarakat entah itu dari segi perekonomian maupun pendidikan. Jika dilihat dari segi perekonomian pasti sangat menurun apalagi mereka yang menyambung hidup dengan berjualan atau berdagang dan pebisnis.  Seperti Bapak Taufik yang setiap harinya masih berjualan dari pagi sampai sore demi mencukupi kebutuhan keluarga. “ Di masa pandemi ini saya tetap berjualan, tetapi sangat minim untuk kebutuhan sehari-hari” katanya. Ia tidak merasa khawatir dengan virus corona yang selalu meresahkan semua orang karena ia sudah mematuhi protokol kesehatan dan ia berpikir sudah kewajiban seorang ayah mencari nafkah untuk keluarga. “Insyaallah akan baik-baik saja” sambungnya. Ada juga pebisnis online seperti Kak Liana dimana saat pandemi seperti ini bisnisnya tetap berjalan namun ada saja keluhan yang dirasakan. “Pandemi ini sangat berpengaruh, yang biasanya kita meeting di luar dan bertemu, sekarang harus dilakukan secara virtual. Dari segi penjualan pun menurun, seperti daya jual, customer yang mulai berkurang, kebutuhan pribadi saya seperti skincare dan make up sekarang beralih ke kebutuhan pokok.” Katanya.

Pandemi ini juga berpengaruh pada sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di sekolah, kini harus melalui sistem daring (dalam jaringan) atau online. Guru maupun siswa secara mandiri harus aktif mengikuti informasi  terkini mengenai media apa yang dibutuhkan ketika pembelajaran daring. Tentu pembelajaran daring ini mempunyai pengaruh atau dampak negatif maupun positif. “ Dampak negatif yang dirasakan ketika pembelajaran daring ini yaitu melihat keadaan yang siswanya tidak bertemu dengan guru sehingga banyak hal yang kurang tersampaikan, khususnya pada saat mendidik. Transfer ilmu kepada peserta didik menjadi kurang maksimal  sehingga tidak tercapai dengan baik pembelajaran online ini” pandangan Bapak Sarifudin sebagai guru SMP. Adapun pandangan dari Siswa mengenai pembelajaran online ini seperti yang dikatakan oleh Kiki, Siswi SMA. “ Pembelajaran online ini sangat berdampak menurut saya, dampak negatifnya yaitu ilmu yang disampaikan oleh guru tidak masuk ke otak atau tidak mudah diserap, hanya sebagian saja, lalu banyak menyia-nyiakan waktu, menunda saat mengerjakan tugas dan banyak tugas membuat stress. Dampak positifnya yaitu kita tambah dekat dengan yang Kuasa, lebih punya banyak waktu dengan keluarga dan lebih tau aplikasi pembelajaran online.” Katanya. Dibalik dampak negatif yang jika kita ketahui itu banyak, terdapat pula dampak positif dari pembelajaran daring untuk kedua pihak, baik guru maupun siswanya. Menurut para guru,metode pembelajaran daring hadir untuk mengubah gaya mengajar konvensional yang nantinya dapat meningkatkan profesionalitas kerja dan memberi peluang bagi pengajar untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan pembelajaran setiap siswanya secara lebih efesien karena dapat berinteraksi langsung dan terdapat rekam jejaknya. Sedangkan bagi siswa, pembelajaran daring menjadi salah satu metode alternatif belajar yang tidak mengharuskan mereka untuk hadir di kelas. Selain itu, pembelajaran ini akan membentuk jiwa kemandirian belajar. Pembelajaran daring ini membutuhkan kerjasama antara guru dengan siswanya, agar saling menguntungkan satu sama lain. “Untuk para pelajar/siswa semoga dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dam mempersiapkan belajar dirumah dengan baik, dan bagi para orangtua pun harus ikut andil dalam kegiatan ini seperti memerhatikan anak-anaknya yang terpaksa belajar melalui online.” Pesan Sarifudin selaku Guru.

Untuk saat ini, yang paling utama yaitu banyak berdoa agar pandemi/covid-19 ini segera berakhir, ekonomi mulai pulih, pendidikan bisa dilakukan tatap muka seperti sebelumnya dan agar pandemi ini segera berakhir. Kerja sama atau peran antara masyarakat dengan pemerintah sangat penting. Untuk masyarakat cukup dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Sementara pemerintah memikirkan persoalan ekonomi, pendidikan dan sebagainya yang timbul sebagai dampak pandemi, serta mencarikan vaksin corona. Dengan keterlibatan semua pihak, harapannya semoga wabah ini bisa teratasi dan segera berakhir. Percayalah dibalik ini semua pasti ada hikmahnya.

Minggu, 21 Juni 2020

Mutu Pendidikan Ditengah Pandemi

Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya di perbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti bekerja, beribadah dan belajar baiknya dilakukan di rumah.

Seperti yang sudah bapak Jokowi himbau bahwa belajar dilakukan dirumah/secara online, hal ini menyebabkan mutu pendidikan di Indonesia jadi menurun karena adanya covid – 19. Sebelum adanya covid- 19 saja mutu pendidikan di Indonesia masih sangat tertinggal jka dibandingkan dengan mutu pendidikan di luar negri. Seperti yang sudah kita ketahui, pendidikan di Indonesia terkesan berantakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti pentingnya pendidikan. Padahal jika dilihat lebih jauh, pendidikan merupakan salah satu indeks pembangunan dan merupakan elemen pengukur maju atau tidaknya sebuah negara.

Semenjak diberlakukan pembelajaran secara online, sistem pembelajarannya jadi kurang efektif dan tidak mudah, di satu sisi kita harus disiplin belajar secara mandiri dan di sisi lain kita harus mempunyai fasilitas dan sumber daya yang harus di sediakan seperti laptop, handphone, kuota internet dan sinyal yang lancar. Terkadang tidak semua pelajar mempunyai itu semua dan untuk pelajar yang tidak mempunyai itu, bagi mereka adalah kendala yang sangat besar apalagi jika orang tua mereka tidak mampu memenuhinya. Itu salah satu contoh ketidakefektifan pembelajaran online/ mutu pendidikan  di masa pandemi ini.

 


Jumat, 19 Juni 2020

Sampah Yang Selalu Menjadi Pokok Permasalahan

 

Seperti gambar yang diatas, sepertinya sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai di negri ini. Contohnya di desa saya, masyarakat di desa saya mempunyai kebiasaan buruk yaitu membuang sampah di tepian sungai. Awalnya tumpukan sampah itu sedikit namun lambat laun makin bertambah dan terus bertambah bahkan sampai sekarang

Dengan adanya tumpukan sampah tersebut, membuat aliran sungai sedikit bermasalah karena tersumbat sampah. Air yang semula jernih kini menjadi keruh, aliran sungai yang semula lancar kini menjadi tidak lancar karena jalannya berbarengan dengan sampah.

Saya sangat sedih melihat keadaan yang seperti ini, seharusnya sampah masyarakat tidak dibuang di tepian sungai karena dapat mencemari lingkungan, menimbulkan penyakit seperti demam berdarah, sampah juga bisa meracuni air sungai yang dipakai sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari- hari dan yang lebih fatalnya dapat menyebabkan banjir. Harapan saya semoga masyarakat cepat memiliki kesadaran untuk tidak terus menerus membuang sampah ditepian sungai dan pihak-pihak yang terkait seperti perangkat desa bisa mengimbau masyarakatnya untuk menjaga lingkungan bukan mencemarinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Nabilatul maulisa, warga desa langgen

 

 


Sabtu, 06 Juni 2020

TAJUK RENCANA ( Derita Mahasiswa saat Pandemi Covid-19 )

DERITA MAHASISWA SAAT PANDEMI COVID-19

Siapa si yang tak tau dengan Corona Virus/ Covid-19? Hampir semua orang bahkan seluruh dunia pasti tau dengan virus yang sedang ramai-ramainya dibicarakan ini. Covid-19 atau virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan akut  ( SARS ) dan sindrom pernafasan Timur Tengah ( MERS ). Virus corona yang muncul sekarang adalah virus corona baru yang diidentifikasi oleh otoritas China pada 7 Januari yang bernama SARS-Cov-2, jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sejak virus itu masuk ke Indonesia dan sedang ramai-ramainya di perbincangkan oleh beberapa Negara bahkan hampir seluruh dunia. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus Corona covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau agar kegiatan seperti bekerja, beribadah dan belajar baiknya dilakukan di rumah.

Salah satu yang menjadi dampak dari pandemi covid-19 ini adalah pembelajaran yang dilakukan secara online ( daring ) / belajar dirumah. Banyak yang mengeluh dengan sistem pembelajaran ini lebih-lebih para mahasiswa.  Dengan sistem pembelajaran daring ini menurut mereka tidak efektif karena banyak / hampir semua dosen memberi materi namun tidak menjelaskannya, mereka hanya memberi tugas setiap pertemuan bahkan ada yang dari awal pertemuan sampai akhir tidak pernah menjelaskan materi. Tentu ini sangat berpengaruh terhadap mahasiswa, dengan seperti itu mereka tidak akan paham dengan materi yang sudah diberi karena dosen tidak menjelaskan. Lalu kendala dengan kuota / sinyal, tidak semua mahasiswa bisa lancar saat mengikuti pembelajaran daring terkadang ada yang terkendala karena sinyal, paket kuota habis atau karena ada urusan dadakan. Yang pertama karena sinyal, jika tempat tinggal mereka di perkotaan sudah di pastikan sinyal lancar namun berbeda dengan mereka yang tinggal di pedesaan apalagi di dataran tinggi yang jarang ada tower. Yang kedua karena paket kuota habis, terkadang jika paket kuota habis, ada saja mereka yang tidak enak hati meminta uang pada orang tuanya untuk membeli paket kuota karena sedang kondisi seperti ini ada saja mereka yang keluarganya sedang menurun ekonominya. Yang ketiga karena urusan mendadak contohnya terkadang ada mereka yang sedang melakukan pembelajaran daring tiba-tiba disuruh oleh ibu atau keluarganya, terkadang juga ada yang ingin pergi namun bentrok dengan jadwal kuliah. Ketiga ini yang biasanya kendala dari pembelajaran daring.

Selain yang tadi, kendala yang lainnya adalah berasal dari dosen lagi yaitu terkadang ada dosen yang masuk bukan pada jam mata kuliah nya. Dan yang lebih menyebalkan lagi ketika sudah beberapa minggu menghilang, materi tidak jelas sampai mana dan sebelumnya juga tidak pernah dijelaskan materinya, tiba-tiba malam-malam ketika waktu istirahat, dosen tersebut malah memberi materi pada jam yang bukan jadwalnya. Tentu ini sangat merugikan bagi mahasiswa karena bagi mereka tindakan yang dosen lakukan itu seenaknya sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, kegiatan pembelajaran daring/ kuliah online yang dilakukan seperti sekarang ini materi yang diberikan dosen lebih susah untuk diserap karena kita hanya memahami lewat file yang dosen berikan tanpa penjelasan detail seperti halnya ketika kuliah tatap muka. Dan tidak semua dosen ahli / dapat menggunakan teknologi secara maksimal hal ini sering terjadi apalagi pada dosen yang berumur karena perlu waktu bagi mereka untuk mempelajari sistem pembelajaran daring ini. Kalau dosen yang mudah kebanykan sudah bisa menggunakan teknologi untuk pembelajaran daring ini. Namun pendapat tersebut tidak semua dosen yang berumur atau yang muda seperti itu, itu hanya kebanyakan dari dosen seperti itu.

 Solusi untuk menuntaskan derita para mahasiswa ini sepertinya tidak ada karena satu-satunya hanya dengan kuliah normal lagi/ pembelajaran di kelas sedangkan situasi dan kondisi sekarang ini tidak memungkinkan untuk mahasiswa bisa kuliah normal, karena jumlah penderita covid-19 pun bukan malah menurun malah tiap hari makin menambah. Bahkan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberitahu bahwa sekolah yang berada di Jawa Barat akan dibuka kembali/ aktivitas normal pada bulan Januari tahun 2021. Hal ini membuktikan bahwa di situasi Indonesia memang belum membaik dan belum bisa normal. Walaupun presiden Jokowi memberitahu akan diadakan nya sistem New Normal bukan berarti semuanya menjadi normal, tindakan ini beliau lakukan karena semakin menurunnya ekonomi masyarakat Indonesia karena wabah covid-19. Dan sistem new normal tidak seluruh provinsi / kota melakukannya , ada 102 wilayah di Indonesia yang melakukan sistem ini, tentunya dengan pertimbangan yang sangat matang dan ada krtieria yang menjadikan 102 wilayah ini terpilih salah satunya adalah sudah zona hijau positif covid-19 atau sudah aman. Jadi dengan di berlakukannya sistem new normal ini bukan berarti semuanya normal, sekolah-sekolah atau perguruan tinggi juga masih menggunakan pembelajaran daring. Harapan seluruh masyarakat dunia tentunya Indonesia, semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu, agar kita semua bisa beraktivitas/ hidup normal lagi seperti biasanya.


Selasa, 02 Juni 2020

puisi KAMU DAN KENANGAN

KAMU DAN KENANGAN

Apa kabar?

Hari ini bumi sedang tak baik-baik saja

Semoga tidak dengan dirimu

Jujur saja, aku rindu.

 

Aku masih senang,

Berlama- lama denganmu

Meski hanya bertemu,

Dalam ingatan saja

 

Terkadang masih belum percaya

Rasanya baru kemarin,

Kita duduk dan berbincang

Kepergianmu membawa separuh aku

 

Ada banyak kehilangan yang aku temui

Setelah kepergian dirimu

Tapi dari kehilanganmu,

Aku mendapat pelajaran

 

Terimakasih atas segala hal

Yang pernah kita lalui

Semoga bahagia selalu menyertaimu

Dimanapun itu.

 

 

 

 

Nabilamaulisa

 


Senin, 01 Juni 2020

Analisi Puisi KANGEN Karya WS Rendra dengan pendekatan Objektif


Puisi KANGEN Karya WS Rendra

Kau tak akan mengerti bagaimana
Kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah sembunyikan pisaunya

Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi

Itulah berarti,
Aku tungku tanpa api.
Pembahasan

1.      Tema : Kerinduan pada kekasih
2.      Rima
Rima atau persamaan bunyi pada puisi Kangen terdapat pada bait
“ Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta “ dan pada bait
 “ Kau tak akan mengerti segala lukaku karena cinta telah sembunyikan pisaunya”
3.      Diksi
Diksi atau pemilihan kata pada puisi Kangen ini sangat bagus, jelas dan mudah dipahami oleh pembaca karena menggunakan bahasa yang sederhana mudah dimengerti. Seperti dalam bait :
“ Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta “ .
4.      Citraan
Citraan atau imaji dalam puisi Kangen adalah imaji taktil (rasa), dimana pembaca diajak penulis untuk merasakan apa yang ia rasakan.
5.      Kata Konkret
Kata konkret atau kata yang mewakili sebuah makna wujud, makna fisik dan makna yang sesuai dengan konteks puisi yang terdapat dalam puisi Kangen terdapat pada kata “Racun” yang terdapat dalam bait :
“Engkau telah menjadi racun bagi darahku”
Kata kangen/ rindu dalam puisi Rendra ini diganti dengan kata Racun. Seperti yang kita ketahui racun adalah sesuatu zat  yang mematikan sebagaimana rindu jika sesorang merindu lalu tidak bisa melakukan apa-apa itu seperti ingin mati.
6.      Tipografi
Dalam puisi Kangen WS Rendra memberikan gambaran dan ungkapan yang berbeda, biasanya puisi ditulis 1 bait 4 baris, namun Rendra memberikan nuansa yang berbeda pada puisi kangen.

Rintihan Laut

Aku Lili, sejak kecil aku sangat menyukai laut, karena menurutku saat aku pergi ke laut aku merasa tenang. Hembusan angin laut menerpa rambu...